Beras Bantuan Bencana Covid Kel.Sindang Sari Diduga Raib

Diduga Ada Konspirasi Oknum Mulai Dari Rt.Lk Sampai Kekelurahan

LAMPUNG UTARA (ISN) – Persoalan demi persoalan di kelurahan Sindangsari kecamatan Kotabumi  Seolah benang kusut yang sulit untuk di urai, mulai dari dugaan korupsi dana kelurahan (DK) tahun 2019 hingga ratusan jutarupiah yang masih dipersoal, pegawai bertahun-tahun tidak masuk kerja bahkan ada yang di duga pegawai fiktif dan bantuan bedah rumah 2019 lalu dengan bahan bangunan yang terkesan asal-asalan berikut penerimanya seolah ada permainan petugas. Kini bantuan beras bencana covid-19  gelombang pertama yang juga di duga raib entah kemana. Hal ini terkesan kurang tegasnya pemerintahan dalam menangani persoalan di kelurahan Sindangsari.

Pasalnya dari hasil investigasi media ini merujuk pada sumber yang kompeten, pihak BPBD kabupaten lampung utara. Jumlah bantuan beras yang sudah di salurkan pemerintah daerah ke kelurahan Sindangsari kecamatan kotabumi sebanyak  9.93 ton,otomastis di peruntukkan untuk 993 kepala keluarga. Sementara data penerima bantuan beras covid-19 yang diserahkan kekecamatan kotabumi  sebanyak 863 kepala keluarga (KK) jumlah penerima tersebut dibeberkan Nujum selaku camat saat dikonfirmasi media ini Rabu 17 juni 2020 di ruang kerjanya.

Dari hasil perhitungan sementara, penerima dan jumlah bantuan beras masa pandemi di kelurahan sindangsari bila per kepala keluarga mendapat bantuan sebesar 10 kilogram, maka bantuan yang di berikan oleh pemerintah kabupaten secara otomatis masih tersisa 1300 Kg, belum lagi beras yang tidak disalurkan, namun sisa beras tersebut diduga raib tidak jelas.

Berita Terkait: https://www.intisarinews.co.id/bantuan-beras-covid-19-bpbd-dan-dinsos-lampung-utara-terkesan-saling-lempar/

Bukan sampai disitu saja, dugaan persoalan lain terkait bantuan beras covid-19 di kelurahan Sindangsari daftar calon penerima terkesan sengaja dibuat amburadul  hal ini dibuktikan pula melalui data yang ada di kecamatan dengan masyarakat penerima merujuk pada dugaan penyelewengan, hal ini dilandasi dari hasil konfirmasi pada beberapa warga yang ada di lingungan dan tingkat RT, yang mana nama-nama pnerima telah terdaftar namun berasnya tidak kujung di terima oleh warga.

Seperti  yang dijumpai pada warga Lingkungan II di beberapa Rt setempat. ZN,JL,MN,NR,NH,SI,IN, masih banyak lagi lainnya yang nama-namanya tercatut dalam daftar penerima bantuan atas data yang di terima pihak kecamatan Kotabmi namun bantuan beras tersebut tidak di terima oleh warga, Kamis (18/06).

Di konfirmasi pada Ashadin dan Edwar mega  Rt IV dan Rt III Lingkungan II kelurahan Sindangsari, terkait data yang mereka serahkan kekelurahan sesuai dengan data yang diserahkan pihak kelurahan kekecamatan sama. Namun ternyata  data tersebut berbeda, hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan adanya indikasi kesengajaan dan tidak perdulinya lurah terhadap masyarakat.

Dicoba dikonfirmasi terkait hal tersebut pada Sukilawati lurah kelurahan Sindangsari Rabu 17 juni 2020 pukul 9;32 pagi, namun kantor kelurahan lengang dihuni duaorang pegawai honorer saja, di tanya pada pada kedua pegawai tersebut mengenai lurah dan pejabat lainnya mereka berdua mengatakan lurah sedang ke Pemda,  “ Kalo yang lainnya ada yang sakit,ada yang lagi ngidam ada juga yang bertahun-tahun tidak masuk kerja bahkan ada yang pegawainya kami sudah 6 tahun tidak mengenalinya karna tidak pernah masuk. ” Ujar Febri. (Fran)

 

 1,133 total views,  1 views today