Kinerja Bupati Nanang Pulihkan Lamsel, Tercoreng Kinerja Dinas PU

BANDAR LAMPUNG (KANDIDAT) – Kinerja Nanang Ermanto, bupati Lampung Selatan dalam memperbaiki citra dan kondisi pasca Oprasi Tangkap Tangan (OTT) terkait korupsi proyek infrastruktur pada tahun 2018 lalu, nampaknya sia-sia. Pasalnya kinerja dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan masih sangat buruk, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa pekerjaan yang kualitasnya sangat buruk, bahkan tidak bisa dimanfaatkan pembangunannya.

Dina PU juga terkesan melakukan kongkalikong dan pembiaran, terhapad kontraktor yang nakal dan tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Salah satunya yakni pada proyek Pembangunan Sumur Dalam Terlindungi . Hasil penelusuran redaksi, sekurangnya ada tiga proyek Pembangunan Sumur Dalam Terlindungi yakni di desa sidomulyo, kecamatan Sidomulyo dengan pelaksana CV Salsabila dengan nilai pekerjaan Rp. Rp. 855.188.118,77 , dan di desa Suban Kecamatan Merbau Mataram, yang dikerjakan CV Maju Mandiri dengan nilai Rp. 393.723.953,71. Serta di desa Banyumas, kecamtan Candipuro yang dikerjakan oleh CV Opening Putra Mandiri, dengan nilai Rp. 336.104.175,68.

Pekerjaan di tiga desa tersebut sudah lama ditinggalkan (selesai), namun belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena air yang mereka harapkan mengalir, tak kunjung mengalir, akibat buruknya hasil pekerjaan.
Hal tersebut berdasarkan keterang warga sekitar dan mantan pekerja, di tiga proyek milik pemda Lampung selatan ini.

” Yang punya pekerjaan gak tau kemana, kami menunggu dari dinas dan kontraktor menyerahkan pekerjaan ini ke kami. tapi sebelum di serahkan, kami mau ini di coba dulu dan kalo tidak mengalir, kami minta diperbaiki dulu,” terang salah satu perangkat desa Banyumas belum lama ini.

Begitupun keterangan salah satu mantan pekerja yang menyebutkan bahwa proyek ini asal jadi.

” Gimana mau ngalir mbak, kalo buatnya aja asal, itu kalo dicek polisi atau dari kejaksaan harusnya kena mbak. itu mesin pipa dll, gak ada yang sesuai dengan ketentuan, maling semua,” terangnya.

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan konsultan pelaksana Pembangunan penambahan sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo, bungkam. Tak ada satupun yang menjabaw konfirmasi yang dikirimkan oleh Harian Kandidat.

Saat dikonfirmasi terkait pengawasan pelaksanaan pembangunan, Agus selaku konsultas justru memblokir nomer WhatsApp redaksi.

Sementara Faris selaku PPTK, meskipun WhatsApp nya dalam keadaan online, namun konfirmasi yang kami kirimkan tidak mendapatkan balasan.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan penambahan sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo, kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai kontrak Rp. 855.188.118,77 , yang dikerjakan oleh CV Salsabila, terkesan asal jadi dan ajang bancakan.

Pasalnya, saat tim Kandidat melalukan pengecekan dilokasi, diterangkan oleh beberapa warga yang tinggal di dusun tersebut, bahwa sejak dibangun pada 2021 lalu sampai dengan selesai, masyarakat belum pernah melihat air mengalir sampai kerumah warga.

” Kami belum pernah liat air ngalir dikeran yang mereka pasang didepan rumah kami ini mbak, katanya si airnya ada, tapi gak tau apa masalahnya sehingga tidak dialirkan,” katanya saat ditemui dirumahnya belum lama ini.

Lalu salah seorang warga juga menyebutkan bahwa, yang dia ketahui instalasinya untuk kerumah wargapun belum rampung, sehingga air tidak mengalir.

” Yang kami tau dari oeng yang ngerjainnya (tukang) dulu, kalo istalasinya ini belum terpasang semua mbak, dan yang dipasangpun gak sesuai. masa paralon yang ke rumah warga sama yang dipasang di tower ukurannya beda, jadi air gak bisa maksimal ngalir. Itu sih yang saya denger, makanya air gak bisa dialirkan, kalo airnya besar tempo hari,” tambahnya.

Sementara saat di temui dikediamannya, Sugeng kepala dusun memaparkan jika pihaknya pun tengah menunggu dari pihak Dinas dan juga perusahaan untuk dapat melakukan pengetesan aliran air.

” Kami juga menunggu, karena kami kan tidak berani jika mau mengetes sendiri, khawatir ada kerusakan nanti kami yang dituduh ngerusakkan, jadi kami menunggu,” tambahnya.

Dikatakannya juga bahwa warga siap membantu apabila memang diperlukan untuk membenahi istalansi yang tidak berfungsi.

” Kami siap gotong royong bantu tenaga, jika memang dibutukan untuk menyelesaikan perbaikan, intinya kami berharap air bisa mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Diketahui berdasarkan informasi, pembangunan sumur sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo dengan nilai fantastis ini syarat dengan permainan, dan pelaksana CV Salsabila diduga hanya memikirkan keuntungan pribadi. Menurut sumber, mulai dari mesin air, paralon dan bahan bangunan yang lainnya tidak sesuai dengan volume yang sudah ditemtukan.

Sementara pihak CV Salsabila saat disambangi dialamat sesuai yang tertera di LPSE, keberadaan kantor tidak ditemukan, dan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp justru di blok. (RED)

 3 total views,  1 views today