Pelaksana Pembangunan Sumur Broncaptering Desa Sidomulyo Pakai Alamat Fiktif

BANDAR LAMPUNG (KANDIDAT) – Selain pekerjaan yang asal jadi dan diduga jadi ajang korupsi, pelaksana penambahan sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo, kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai kontrak Rp. 855.188.118,77 , yang dikerjakan oleh CV Salsabila, juga gunakan alamat kantor fiktif.

Hal tersebut terungkap saat redaksi Kandidat melakukan penelusuran, guna mengkonfirmasi hasil pekerjaan yang asal jadi, namun dilokasi tidak ditemukan alamat yang dimaksud, yang tertuang pada LPSE.

 

Foto Red/ KEran kerumah warga yang belum pernah digunakan, justru sudah rusak.

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan konsultan pelaksana Pembangunan penambahan sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo, bungkam. Tak ada satupun yang menjabaw konfirmasi yang dikirimkan oleh Harian Kandidat.

Saat dikonfirmasi terkait pengawasan pelaksanaan pembangunan, Agus selaku konsultas justru memblokir nomer WhatsApp redaksi.

Sementara Faris selaku PPTK, meskipun WhatsApp nya dalam keadaan online, namun konfirmasi yang kami kirimkan tidak mendapatkan balasan.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan penambahan sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo, kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai kontrak Rp. 855.188.118,77 , yang dikerjakan oleh CV Salsabila, terkesan asal jadi dan ajang bancakan.

 

 

Pasalnya, saat tim Kandidat melalukan pengecekan dilokasi, diterangkan oleh beberapa warga yang tinggal di dusun tersebut, bahwa sejak dibangun pada 2021 lalu sampai dengan selesai, masyarakat belum pernah melihat air mengalir sampai kerumah warga.

” Kami belum pernah liat air ngalir dikeran yang mereka pasang didepan rumah kami ini mbak, katanya si airnya ada, tapi gak tau apa masalahnya sehingga tidak dialirkan,” katanya saat ditemui dirumahnya belum lama ini.

Lalu salah seorang warga juga menyebutkan bahwa, yang dia ketahui instalasinya untuk kerumah wargapun belum rampung, sehingga air tidak mengalir.

” Yang kami tau dari oeng yang ngerjainnya (tukang) dulu, kalo istalasinya ini belum terpasang semua mbak, dan yang dipasangpun gak sesuai. masa paralon yang ke rumah warga sama yang dipasang di tower ukurannya beda, jadi air gak bisa maksimal ngalir. Itu sih yang saya denger, makanya air gak bisa dialirkan, kalo airnya besar tempo hari,” tambahnya.

Sementara saat di temui dikediamannya, Sugeng kepala dusun memaparkan jika pihaknya pun tengah menunggu dari pihak Dinas dan juga perusahaan untuk dapat melakukan pengetesan aliran air.

” Kami juga menunggu, karena kami kan tidak berani jika mau mengetes sendiri, khawatir ada kerusakan nanti kami yang dituduh ngerusakkan, jadi kami menunggu,” tambahnya.

Foto Red/ Keran Air ditengah semak, akibat air tak kunjung mengalir

 

Dikatakannya juga bahwa warga siap membantu apabila memang diperlukan untuk membenahi istalansi yang tidak berfungsi.

” Kami siap gotong royong bantu tenaga, jika memang dibutukan untuk menyelesaikan perbaikan, intinya kami berharap air bisa mengalir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Diketahui berdasarkan informasi, pembangunan sumur sumur dalam terlindungi/broncaptering di desa Sidomulyo dengan nilai fantastis ini syarat dengan permainan, dan pelaksana CV Salsabila diduga hanya memikirkan keuntungan pribadi. Menurut sumber, mulai dari mesin air, paralon dan bahan bangunan yang lainnya tidak sesuai dengan volume yang sudah ditemtukan.

Sementara pihak CV Salsabila saat disambangi dialamat sesuai yang tertera di LPSE, keberadaan kantor tidak ditemukan, dan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp justru di blok. (RED)

 

Berita terkait :

https://www.intisarinews.co.id/pembangunan-sumur-broncaptering-desa-sidomulyo-asal-jadi-pptk-dan-konsultan-bungkam/

https://www.intisarinews.co.id/pembangunan-sumur-broncaptering-desa-sidomulyo-asal-jadi-pptk-dan-konsultan-bungkam/

 

 3 total views,  1 views today