Pembangun Jalan Kubulangka-Banjar Negeri Coreng Kinerja Bupati Dewi

Dugaan Korupsi Jalan Kubulangka - Banjar Negeri

BANDAR LAMPUNG (ISN) – Pemerintah kabupaten Tanggamus Khususnya Dinas Pekerjaan Umum dinilai tidak serius dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dikatakan oleh salah seorang warga, pasalnya hingga saat ini kerusakan pada jalan Kubulangka – Banjar Negeri Kecamtan Cukuh Balak belum juga diperbaiki.

Dikatakannya bahwa, sudah beberapa kali ada yang turun kelokasi namun hanya memberi tanda dan hingga saat ini tidak ada perbaikan .

” Kami sempet lihat ada yang turun, entah dari dinas atau pemborong, tapi ya itu cuma kasih tanda aja. Sampe sekarang gak ada perbaikan, ” katanya. Minggu (4/7).

Foto red : kondisi terkini jalan Kubulangka – Banjar Negeri. Minggu (4/7/2021)

Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini kondisi kerusakan makin parah.

” Entah apa kerjaan PU ini, kaya gini aja gak bisa mereka urus. Harus ada tindakan tegas dari penegak hukum kalo kaya gini. Jangan cuma didiemin aja. Enak betul pemborongnya untung banyak. Jangan pura pura gak taulah pemda Tanggamus ini,” tambahnya.

Foto red : kondisi terkini jalan Kubulangka – Banjar Negeri yang sudah ditandai namun tak kunjung ada perbaikan. Minggu (4/7/2021)

Ditambahkannya juga bahwa kinerja dinas pekerjaan umum Tanggamus ini banyak yang bermasalah, terutama pembangunan infrastruktur.

” Kaya beginikan kasian ibu Bupati, sudah maksimal melakukan promosi sana sini, tapi malah yang dibawah ambiradul. Sama aja mencoreng kinerja beliau, ” ujarnya.

Foto red/ ketebalan aspal Jalan Kubulangka-Banjarnegri tak penuhi standar BPK, yang dikerjakan oleh PT Cempaka Mas Sejati dengan nilai Rp. 8 Milyar, foto diambil pada 7 Februari 2021

Diberitakan sebelumnya, Husni Mubarok tokoh pemuda Cukuh Balak angkat bicara terkait dugaan korupsi jalan Kubulangka-Banjar Negeri yang dikerjakan oleh PT Cempaka Mas Sejati dengan nilai Rp. 8 Milyar, pasalnya jalan tersebut hingga kini tidak diperbaiki justru semakin hancur.

Dirinya mengatakan bahwa, pemerintah kabupaten Tanggamus seharusnya bersikap lebih sensitif terhadap kritik yang bertujuan untuk memulihkan citra kabupaten yang memiliki moto “BEGAWI JEJAMA” ini.

” Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi pembangunan di Tanggamus, yang banyak dikeluhkan masyarakat kualitasnya. Seperti contohnya pembangunan jalan Kubulangka-Banjar Negeri yang asal-asalan dan tentu merugikan pemerintah dan juga masyarakat Tanggamus,” katanya.

Foto red/ Kondisi Terkini Jalan Kubulangka-Banjarnegri yang dikerjakan oleh PT Cempaka Mas Sejati dengan nilai Rp. 8 Milyar

Tak hanya itu Alumni UIN Raden Intan Lampung ini juga berharap stakeholder pemkab Tanggamus bisa segera mengevaluasi pelaksana dan juga pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan Kubulangka-Banjar Negeri.

” Ini menjadi pertanyaan juga bila pemkab Tanggamus hanya berdiam melihat kekacauan yang terjadu, seharusnya bisa segera memberi respon sehingga bisa segera diperbaiki dan ditindak secara hukum bila memang terdapat kerugian negara yang ditimbulakan akibat dari perbuatan pelaksana,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Masyakat Cukuh Balak kecewa dengan pembangunan peningkatan kapasitas struktur jalan Kubulangka-Banjarnegri yang dikerjakan oleh PT Cempaka Mas Sejati dengan nilai Rp. 8 Milyar, pasalnya pekerjaan jalan yang belum genap satu tahun namun telah hancur kembali.

Pekerjaan dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Tanggamus ini diduga kuat dikorupsi, karena tidak sesuai volume dan kerkesan hanya asal jadi. Sementara PT. CEMPAKA MAS SEJATI yang mencantumkan alamat di Jl. Samratulangi No 89/119 Gedong Air Tanjungkarang Barat – Bandar Lampung – Bandar Lampung belum dapat dikonfirmasi karena alamat tersebut fiktif. (red)

Loading