Rencana BPPT Geser Hujan ke Selat Sunda Tak Ganggu aktifitas Penyeberangan umum

 

LAMPUNG SELATAN (ISN) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan bahwa rencana BPPT menggeser hujan ke perairan Selat Sunda tidak berdampak serius terhadap penyeberangan. Hal yang bisa mengganggu jalur penyeberangan adalag faktor alam.

“Kalau BPPT berencana menggeser hujan ke perairan Selat Sunda tidak berdampak serius terhadap penyeberangan feri. Penyeberangan terganggu oleh faktor alam, seperti angin kencang dan gelombang yang menyebabkan kapal terkendala saat akan sandar di dermaga,” kata General manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Hasan Lessy melalui Humas PT.ASDP Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul. Kamis malam, 2 Januari 2020.

Dia menyebutkan adanya intensitas hujan yang cukup tinggi, pelayanan pelabuhan selama ini tidak terganggu secara umum. “Layanan penyeberangan masih dapat terlayani dengan baik,” imbuh Saiful.

Hal senada diungkapkan GM PT ASDP Cabang Utama Merak Capt Solikin. Menurutnya, walau diguyur hujan terus menerus sejak pergantian tahun kemarin, aktivitas pelayaran 32 unit feri dengan 101 trip per hari berjalan lancar.

“Dari kemarin hingga pagi tadi 47 ribu penumpang dengan jumlah kendaraan 14.500 lebih telah menyeberang dengan selamat ke Lampung. Walau diguyur hujan terus menerus, belum berdampak pada penyeberangan,” ungkapnya.

Berbeda saat libur Natalan dan tahun baru pada tahun lalu, penurunan pengguna jasa lintas Merak—Bakauheni akibat bencana Tsunami Selat Sunda turun derastis. “Libur Nataru tahun lalu jumlah pengguna jasa turun dratis karena takut tsunami. Kalau hujan saya kira tidak masalah,” tambahnya.

Terpisah, Kepala KSOP Kelas IV Iwan Syahrial mengakui potensi hujan sedang hingga lebat dalam waktu satu pekan terjadi di perairan Selat Sunda. Selain itu, peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 20 knot berpotensi terjadi di Selat Sunda yang berpeluang meningkatkan gelombang laut hingga setinggi 2,5–4,0 meter.

Dia mengimbau masyarakat pesisir perlu waspada terhadap kenaikan tinggi gelombang, potensi rob dan dampaknya. Imbauan itu juga disampaikan kepada para nakhoda feri agar mewaspadai dan hati- hati saat berlayar di tengah cuaca ekstrem. “Namun ancaman itu diutamakan bagi nelayan kecil. Kami minta waspada akan hujan lebat disertai angin kencang karena berbahaya untuk kapal berukuran kecil. Akan lebih baik menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda,” himbaunya.(red/lampost)

 382 total views,  1 views today