Kualitas Tanggul Way Napal Buruk, Ternyata Pemborong Mantan Bupati Lampung Utara

Tanggamus, (ISN) – Edian M Toha Kepala BPBD kabupaten Tanggamus memberikan keterangan terkait proyek tanggul sungai Way Napal yang dikerjakan oleh PT Aya Pujian Pratama dengan nilai pekerjaan  3,779 Miliar Rupiah dengan panjang 690 meter dan tinggi sekitar 2,8 meter.

Dikatakannya bahwa pekerjaan tersebut adalah milik salah satu mantan Bupati Lampung Utara. ” Proyek itu punya mantan bupati Lampung Utara yang kemaren, dan menurut keterangan mereka sudah diperbaiki, karena sayakan masih baru disini,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (03/03/2021).

Pihaknya mengatakan bahwa pekerjaan tersebut masih tanggung jawab rekanan sampai dengan bulan Juli mendatang. “Itu masih tanggung jawab rekanan, jadi coba konfirmasi mereka. Karena kami juga susah menghubungi mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Tunas Bangsa Provinsi Lampung, meminta Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus bertanggung jawab atas pekerjaan tanggul Way Napal yang asal jadi.

Penampakan tanggul Sungai Way Napal (Foto diambil pada 03/03/2021)

Menurut Ketua Umum LSM Tunas Bangsa Provinsi Lampung, Birman Sandi bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Aya Pujian Pratama, dengan nilai pekerjaan Rp 3,779 Miliar dengan panjang 690 meter dan tinggi sekitar 2,8 meter, kondisi Tanggul dianggap tak layak untuk diberikan kepada masyarakat. “Kami meminta BPBD Tanggamus untuk bertanggung jawab atas pekerjaan ini, karena kualitasnya sangat buruk. Sehingga sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Ditegaskannya pula bahwa, kondisi tanggul justru membahayakan masyarakat, karena rawan ambruk. “Ini sangat membahayakan masyarakat sekitar, karena banyak retak, kropos, sehingga bisa saja ambrol sewaktu-waktu, tentu sangat membahayakan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Napal kecamatan kelumbayan kabupaten Tanggamus mengeluhkan pekerjaan pembangunan tanggul sungai Way Napal. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT. Aya Pujian Pratama, dengan nilai pekerjaan Rp 3,779 Miliar dengan panjang 690 meter dan tinggi sekitar 2,8 meter.

Pasalnya pekerjaan yang belum lama rampung ini kualitasnya buruk. Banyak keretakan diduga karena kurangnya volume pekerjaan dan buruknya kualitas matrial. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga yang tak jauh dari lokasi pembangunan.

”Ya begitu begitu, biasa pembangunan proyek pemerintah sekarang ini banyak yang gak karuan, hancur dan bobrok semua. belum juga digunakan. khawatir hujan deres itu ambrol semua,” katanya belum lama ini.

Penampakan tanggul Sungai Way Napal (Foto diambil pada 03/03/2021)

Dikatakannya juga bahwa, menurut informasi pekerjaan ini belum dilakukan serah terima. ”Kalo yang kami denger ini belum diserahterimakan, karena bermasalah. bisa di cek aja mungkin di dinas atau hasil pemeriksaan BPK nya,” tandasnya.

Diketahui pekerjaan ini merupakan pekerjaan pada Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Tanggamus, kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way Napal (Napal Kelumbayan) tahun anggaran 2020. Sementara Pihak BPBD dan juga pelaksana kegiatan belum dapat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum dapat dikonfirmasi. (Red)

Loading