Mahasiswa UMKO dan BNN Provinsi Lampung Akan Sinergi Lawan Narkoba

Duta-Duta Anti Narkoba Lampung Utara

LAMPUNG UTARA (ISN) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO ) Ari Permadi dan Mido Setiawan, melaksanakan pertemuan dengan kepala Badan Narkotoka Nasional Indonesia (BNNP) provinsi Lampung. kegiatan itu guna untuk mengusulkan program pencegahan dan penanggulangan narkoba dengan membentuk Duta-Duta Anti Narkoba pada tingkat kabupaten, kecamatan , hingga desa/kelurahan di Kabupaten Lampung Utara.

Dalam pertemuan tersebut, kepala BNNP BRIGJEND POL DRS. I Wayan Sukawinaya, M.SI di dampingi oleh Kepala babag umum BNNP, merespon cukup baik usulan program yang ada, dan akan segera mempelajari program tersebut.Sabtu (26/09).

Menurut Ari Permadi, pertemuan ini di dasari dari kontroversi “pemberian kartu merah” sebelumya, pada forum perencanaan pembentukan BNNK dan sosialisasi penyalahgunaan narkoba pada 8 september 2020 diaula Tapis Kabupaten Lampung Utara.

“kartu merah yang saya hadirkan diforum tersebut memiliki semiotik yaitu “pertanda bahaya”, baik dalam permasalahan narkoba dan juga penanganan kasus narkoba” di Lampura. Sehingga saya berharap dari peristiwa kontroversi kartu merah tersebut, BNNP memberi perhatian besar kepada Kabupaten Lampung Utara.

serta cara-cara ini saya lakukan agar mendapat perhatian lebih dari BNNP Lampung. Saya menyadari banyak tafsir publik yang kemudian hadir, dari dianggap saya tidak memiliki etika, sopan santun, dan lain sebagainya. Namun substansi dari yang saya lakukan adalah “menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman narkoba, dan melibatkan pemuda untuk memerangi narkoba” beginilah latar belakang nya. Hingga akhirnya saya bertemu dengan kepala BNNP Lampung pada, Kamis 24 September 2020 di kantor BNNP Lampung kemarin”. Terang Ari Permadi.

Dalam pertemuan tersebut Kepala BNNP Lampung BRIGJEN POL DRS. I Wayan Sukawinaya, M.SI apresiasi terhadap Mahasiswa dalam rangka perangi narkoba yang kemudian telah memberikan usulan agar dapat di bentuknya Duta-Duta Anti Narkoba pada tingkat kabupaten sampai ke desa.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memberi kritik akan tetapi upayakan hadirkan solusi alternatif untuk menyelesaikan suatu persoalan, dan saya apresiasi dengan yang adik-adik mahasiswa lakukan, berawal dari kritik keras pada kegiatan pembentukan BNNK 8 September lalu, di PEMDA Lampung Utara, hingga akhirnya tawarkan solusi berupa usulan program kerja dalam rangka perangi narkoba. Saya akan pelajari usulan progjanya”. Jelas wayan.

Kepala BNN provinsi Lampung itu juga mengatakan bahwa dirinya akan mensuport penuh para pemuda maasiswa dalam memerangi narkoba, sementara dirinya akan mempelajari terlebih dahulu masukan-masukan dari mahasiswa atas pembentukan duta-duta anti narkoba yang akan di bangun di kabupaten Lampung Utara.

“Untuk sementara sambil saya pelajari, adik-adik bisa implementasikan beberapa program dari BNN di kabupaten Lampung Utara, bantu BNN dalam pencegahan narkoba, sosialisasikan, publikasikan bahaya narkoba, beri edukasi kepada pemuda dan mahasiswa di daerah-daerah, dan saya akan support penuh. Selanjutnya kembangkan program-program BNN, libatkan semua pihak, kita bersama-sama lawan dan bersihkan narkoba. Sesuai dengan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika,
dan jangan lupa kritik saya kalau saya salah, saya sangat menerima kritik untuk perbaikan”. Tutupnya. (Fran-Ari)

 217 total views,  1 views today