Pembangunan Kabupaten Tanggamus Masih Saja Seperti Gerak Di Tempat

Oleh: Ahmad Erlangga Ferdianto Tokoh Pemuda Kabupaten Tanggamus

Tanggamus, (ISN) – Pembangunan adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan yang berkeadilan dan demokratis serta dilaksanakan dengan cara yang bertahap, berkesinambungan, dan merata. Namun, pada kenyataannya pembangunan di Kabupaten Tanggamus masih jauh dari kemerataan yang diharapkan.

Tepat pada tanggal 23 Maret 1997 atau 24 tahun silam, sorak sorai suka cita masyarakat Kabupaten Tanggamus memasuki babak baru dalam rentetan sejarah perjalanan sebagai warga Negara.  Setelah sekian lama bercita-cita memiliki Sistem Pemerintahan yang mandiri, tidak lagi tergabung bersama dengan Kabupaten induk Kabupaten  Lampung Selatan yang pada saat itu memiliki wilayah pemerintahan yang sangat luas. Sehingga diharapkan  kemudian mampu untuk lebih fokus dan merata dalam rangka membangun daerah nya sendiri.

Setahun kemudian tahun 1998, bergulirnya Reformasi adalah rangkaian harapan dimana, pembangunan daerah sudah tidak lagi tersentralisasi di pusat. Sebagaimana Orde Baru dianggap tidak menyediakan panggung kepada rakyat dalam aspek perencanaan pembangunan di tingkat daerah, yang menyebabkan tidak meratanya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Namun dalam perjalanan nya, pembangunan Kabupaten Tanggamus masih saja seperti gerak di tempat. Keadaan inilah yang dibilang masih jauh dari apa yang dicita-citakan dalam tujuan awal, yaitu tujuan berdirinya Kabupaten Tanggamus adalah, menginginkan pemerataan dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pembangunan yang kurang merata ini banyak contohnya. Seperti contohnya masih ada saja desa-desa yang tidak teraliri listrik, kemudian masih banyak jalan-jalan yang jelek. Ini jelas menghambat aktifitas masyarakat, dan kesulitan masyarakat untuk dapat menikmati fasilitas lain, seperti contohnya mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak.

Apalagi perkembangan teknologi yang begitu cepat seperti internet dan didalamnya banyak arus informasi yang seharusnya dapat dinikmati, dimanfaatkan oleh masyarakat. Ironisnya masih banyak warga yang tidak dapat menikmati hal tersebut, dikarenakan sulitnya jaringan internet untuk masuk diwilayah tersebut.

Padahal, banyak sumberdaya ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan Daerah, namun karena buruknya infrastruktur jalan menyebabkan terhambatnya putaran roda ekonomi di daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang baik untuk jangka waktu kedepan.
Sedangkan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan infrastuktur yang merata sampai pelosok desa. Jika pembangunan sudah merata pada suatu desa seperti transportasi, dan sistem informasi tentu aktifitas perekonomian di suatu desa tersebut dapat berjalan dengan baik.

Melihat fenomena ini tentu merupakan suatu masalah yang prioritas dan harus segera disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Kemudian apa langkahnya?,

Pertama pemerintah harus melakukan percepatan pembangunan yang optimal. Pemerintah harus mampu mendorong percepatan pembangunan pada wilayah-wilayah yang strategis, yang selama ini masih belum berkembang dan optimal.

Kedua, pemerintah harus fokus dan memiliki keberpihakan kepada daerah-daerah yang tertinggal dan terpencil. Salah satunya adalah mengirimkan tenaga-tenaga pendidik muda yang berbasis sarjana pendidikan, untuk mengajar di daerah terpencil dan tertinggal. Hal ini upaya merangsang minat anak-anak di daerah tersebut, untuk memahami pentingnya pendidikan.

Ketiga, pemerintah mesti mampu meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi. Dimana kegiatan ekonomi di desa tertinggal dan desa maju harus ditingkatkan sekaligus terintegrasi. Karena hal ini memudahkan proses produksi, distribusi, hingga sampai ke tangan masyarakat. Semakin mudah kegiatan ekonomi antar desa, maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan semakin membaik.

Keempat, Pemerintah harus menyediakan jaringan internet sampai kedaerah pelosok. Yang nantinya mampu mendorong keterbukaan cara berfikir masyarakat didaerah pelosok untuk maju dan terus berkembang.

Dengan beberapa upaya tersebut, diharapkan pemerintah dapat menjawab dan mengatasi persoalan yang terjadi di Kabupaten Tanggamus. Dimana, sampai dengan saat ini, penulis sendiri masih menyaksikan bagaimana ketimpangan, dan ketidak merataan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Tanggamus. (R)

 47 total views,  1 views today