Tanpa Data Otentik, Kematian Balita Diduga Usai Imunisasi Belum Terungkap

Dinkes Tubaba pastikan Kematian Bukan Karena suntikan

TUBABA (ISN) – Tewasnya Abid Zaki Maulana seorang balita berusia dua bulan, yang diduga tewas setelah mendapatkan imunisasi belum terungkap jelas  apa penyebabnya, pasalnya dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) disinyalir minim data dan tidak melakukan otopsi, kendati demikian menurut informasi yang di dapat keluarga balita tidak menuntut.

Namun, Dinkes kabupaten Tulang Bawang Barat  memastikan tewasnya Abid Zaki Maulana anak pasangan dari suami istri Samin dan Rohayati bukan dampak dari suntikan imunisasi.

Didampingi jajarannya, Drs. Kaizar, MH. Sekertaris dinas kesehatan mengaku, bidan puskesmas tiyuh (desa) Margodadi kecamatan Tumijajar yang melakukan penyuntikan imunisasi sudah sesuai standar operasional prosedur.

“Sebelum imunisasi Dilakukan sklining dan 30menit usai imunisasi tidak ada tanda-tanda syok pada bayi, faksin dalam keadaan baik dan sesuai standar,” Ujarnya saat jumpa pers di kantor dinas kesehatan, Selasa (08/12).

Foto: Makam Alm. Abid Zaki Maulana balita berusia 2 bulan

Disisi lain, Dr. Herbert Erwin Yunismar, Sp.A Kelompok Kerja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Pokja KIPI) Tubaba mengatakan, Bengkak usai imunisasi itu adalah reaksi yang sering muncul. Namun, pendarahan usai imunisasi tidak pernah disebutkan dalam hal-hal yang menimbulkan pendarahan. Karena, 30menit usai dilakukan faksin tidak menimbulkan pendarahan.

“Jadi hasil dari infestigasi pengkajian yang kami tetapkan, bahwa jelas tidak ada hubungannya dengan faksinasi kesalahan faksin dan kesalahan prosedur,” Tambahnya.

Lantas, apakah penyebab kematian korban?

Pokja KIPI mengaku tidak memiliki data penunjang, karena korban dibawa ke bidan sehari pasca imunisasi sudah dalam keadaan meninggal.

“Kita tidak dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, untuk memastikan apakah ada kelainan dan lainnya. Bayi memang meninggal dalam keadaan kulit yang berwarna kuning, namun kami tidak dapat memastikan apakah bayi memiliki gangguan fungsi hati karena kami tidak memiliki data,” Lanjutnya.

Dirinya memperkirakan bayi memiliki kelainan yang tidak diketahui sebelumnya. “Kemungkinan bayi tersebut ada penyakit yang tidak diketahui, yang mengakibatkan terjadinya kematian, Karena dampak pendarahan di bekas suntikan dari jam 04 sore hingga jam 05 Subuh,” Tukasnya.

Hingga kini, kematian Abid Zaki Maulana hanya menyisakan misteri, dengan tidak terungkap pastinya penyebab meninggal dunianya balita malang tersebut. (Putra/Tim)

 234 total views,  1 views today